Berani Tampil Beda!

Berani Tampil Beda!


Tepat tgl 1 Muharram 1438 H, di sebuah Sekolah tidak jauh dari tempat tinggal kami diadakan peringatan penyambutan tahun baru islam yg diikuti khusus oleh siswa/siswi sekolah tsb. Tanpa sepengetahuan ummi dan abinya, Putri saya Syifa pun ikut hadir di sekolah tsb, padahal ia tidak sekolah di sekolah tsb dan memang ia tidak sekolah dimanapun. 

Kami menjadi tahu keberadaan syifa di acara tsb, ya karena salah satu guru sekolah tsb yg memang sudah kami kenal mengirimkan pesan gambar dan teks melalui WA, isi pesan teksnya kurang lebih begini: " Ibu, anak ibu ada di lantai 3 sekolah kami ya ikutan menyaksikan peringatan 1 Muharram... ". Dan pesan gambarnya ya seperti yg anda lihat.. ^_^

Ya sudahlah, kami biarkan ia berada disana. Toh disana juga ia sudah kenal akrab dengan kepala sekolahnya. "Lah kok bisa Kang ia bisa akrab dengan kepala sekolahnya??" . " hehehe.. iya coz putri saya sering berinteraksi dengan beliau kalau pas ketemu saat sholat berjamaah di masjid tempat kami tinggal dan kami memang tinggal satu lingkungan dengan beliau..^_^.

Setelah pulang dari acara tsb, kami tanya putri saya seputar aktifitasnya di acara peringatan tahun baru islam tsb. Dia pun bercerita banyak hal. Dan ceritanya yg menarik perhatian saya adalah dia menyampaikan.. " Disana anak-anak lain pada bengong lihatin aku ".
 
Sudah saya tebak sebelumnya, pasti putri saya jadi pusat perhatian oleh siswa/siswi sekolah tersebut ya yg pasti karena anak saya baru ditempat itu ditambah lagi tampilannya yang beda.. ^_^ . Tapi saya salut atas keberaniannya untuk beradaptasi dan bersosialisasi dengan lingkungan barunya.. Saya pun beri acungan 2 jempol kepadanya..

******
Ayah dan bunda...
Seperti yg sudah anda ketahui, dari TK-SMA hampir semua sekolah menerapkan "penyeragaman" baik seperti pakaian, buku/bahan ajar, metode pengajaran, sistem evaluasi belajar, dsb. Dan Anak didik pada umumnya dijadikan obyek dari penyeragaman tsb. Padahal anak itu mahluk unik yg sebaiknya "tidak diseragamkan" satu dengan yg lainnya, mereka tidak bisa diperlakukan dengan metode yg sama satu dengan yg lainnya. Karena tiap anak mempunyai "sesuatu yg unik" yg membedakan ia dengan yg lainnya.

Coba anda lihat ribuan bahkan jutaan anak disekolah diperlakukan dengan perlakuan sama. Padahal, Jangankan 1 juta anak.. 1 anak pun kadang tiap waktunya dibutuhkan cara atau metode mendidik yg berbeda/berubah-ubah. Akhirnya apa yg terjadi?? Output dari pendidikan adalah anak2 yg bertumbuh dan berkembang sesuai dengan sistem yg berlaku/berkuasa. Anak2 tidak bertumbuh dan berkembang sesuai dengan fitrahnya dan "keunikan" yg dimilikinya.

Ketika yg berlaku/berkuasa adalah sistem kapitalis, maka output pendidikannya berupa manusia2 yg siap menjadi baut-baut pelengkap mesin kapitalis. Ya begitulah faktanya yg terjadi..



Berani tampil beda! Itulah salah satu cara untuk mengubah "penyeragaman". Berani tampil beda yg saya maksud disini adalah out of the box. "Aneh banget nih orang!", " gak mungkinlah!", "wuedan tenan!", serentetan label yg saya sebutkan tadi pasti akan dilontarkan kepada orang2 yg berani tampil beda. Ya begitulah konsekuensinya!

Selama " berani tampil beda" kita tidak melanggar hukum syara' dan tidak membahayakan baik bagi dirinya maupun orang lain, maka LAKUKAN!!!

No comments :

Post a Comment

Silahkan berkomentarlah dengan baik dan sopan agar bisa saling berbagi manfaat bagi banyak orang ^_^