Yuk Jadi Perancang Pengalaman!

Yuk Jadi Perancang Pengalaman!


Kita sering mendengar sebuah kalimat " Pengalaman adalah Guru Terbaik ". Nah bagaimana agar pengalaman itu menjadi guru terbaik sebenarnya dan sesuai dengan tujuan kita? ya kita harus merancang pengalaman itu dengan baik sesuai dengan yang tujuan yang ingin dicapai. 

Bagimana agar bisa menghasilkan pengalaman? Analogi yang sering digunakan adalah 
Bagaimana mengajak kuda mendatangi sungai untuk minum?
Diseret, dipaksa,dicambuk, didorong? Tidak! Anda cukup ajak kuda berlari-lari (berkegiatan). Begitu haus dia akan mencari sungai untuk minum. Jadi,  untuk menghasilkan pengalaman adalah dengan berkegiatan.  Kegiatan akan menghasilkan pengalaman (penumbuhan sikap, pengasahan keterampilan dan bertambahnya pengetahuan).

Ingat ya ! Belanja pengalaman terbukti lebih berdampak daripada sekedar berbelanja yang lainnya. Nilai barang terus turun, nilai pengalaman terus naik. Bahkan pengalaman 'buruk' pun bisa diceritakan kembali sambil tertawa. Apalagi pengalaman yang membahagiakan.

Yuk jadi menjadi perancang pengalaman dengan melakukan kegiatan bermakna.

Menurut Prof. Yus Rusyana : manusia hidup berciri melakukan kegiatan-kegiatan:
  • Berbahasa (berbicara, menyimak, menulis, membaca)
  • Indera (merasa dengan kulit dan lidah, melihat, mendengar, membaui)
  • Rohani (berpikir, merasa dengan hati, imajinasi, berkehendak, mengingat dll)
  • Jasmani (menggerakkan tangan, kaki, badan, paru2 dan seterusnya)

Kegiatan manusia yang unik dipengaruhi "Lingkung"nya (bahasa Indonesianya context) dimana ia berada. Tiap masyarakat / individu tumbuh unik di jalan hebatnya.
 
Lingkungan terdiri dari:
  • Alam fisik (tanah, batu, air, udara, cahaya, temperatur dst..)
  • Alam hayati (tumbuhan, hewan, mikroorganisma)
Masyarakat (individu, kelompok dst...)
  • Budaya (mata pencaharian, alat-alat hidup dan teknologi, organisasi sosial, pengetahuan, seni, bahasa dst...)
  • Kehidupan beragama.
Dari kombinasi kegiatan dan lingkungan dapat diperoleh kegiatan-kegiatan bermakna/berbobot.

Contoh kecil:
Lingkung: alam hayati-tumbuhan. Ada ratusan bahkan jutaan jenis tumbuhan. Ambil contoh satu saja, misalnya: pohon mangga. Dari satu pohon ada akar, batang,daun, ranting, bunga, dan buah. Dari tiap bagian tersebut masih bisa dijabarkan lagi.

Ambil satu kegiatan saja untuk menghasilkan pengalaman bermakna, misalnya berkegiatan yang berkaitan dengan Inderawi - Merasa. Dari kegiatan ini, kita sudah menghasilkan banyak pengalaman, seperti: merasa dengan kulit, meraba dan membedakan tekstur, kasar-halus, keras-lembut, dll.

Itu baru satu kegiatan, bagaimana jika digabung dengan melihat? berbicara hingga ruhani? Baru satu bagian dari lingkung (alam hayati) dan baru satu bagian dari tumbuhan saja, belum alam fisik-budaya-masyarakat dan kehidupan beragama, kita sudah bisa menghasilkan banyak pengalaman.



Untuk Anda sang perancang pengalaman, diri dan sekitar adalah sarana penjelajahan hikmah dan kebijaksanaan yang tak kunjung habis, walau di tengah gurun pasir sekalipun. Yuk jadi perancang pengalaman!

Sumber:  Achmad Ferzal (bang Ical) - Kulwap Bogor HEbAT Community

No comments :

Post a Comment

Silahkan berkomentarlah dengan baik dan sopan agar bisa saling berbagi manfaat bagi banyak orang ^_^