3 Masjid Terkenal di Jawa Tengah yang telah Syifa Kunjungi

3 Masjid Terkenal di Jawa Tengah yang telah Syifa Kunjungi

3 Masjid Terkenal di Jawa Tengah

Berawal dari keinginan Syifa untuk survei tempat belajarnya di salah satu pesantren yang ada di daerah Jawa Tengah, akhirnya  kami pun sekalian merencanakan perjalanan tuk mengunjungi masjid-masjid terkenal yang ada di daerah tersebut.  Ada 3 masjid terkenal di Jawa Tengah yang baru sempat syifa kunjungi. Masjid apa saja? Mari Ayah bunda ikuti perjalanan syifa kali ini menuju masjid-masjid tersebut...



Setelah survei tempat, Syifa melanjutkan perjalanan menuju ke Masjid Menara Kudus untuk sholat dzuhur sekaligus melihat-lihat masjid tersebut. Masjid Menara Kudus disebut juga dengan Masjid Al Manar atau "Mesjid Menara". Masjid ini mempunyai nama resmi: Masjid Al Aqsa Manarat Qudus. Masjid ini merupakan masjid kuno yang dibangun oleh Sunan Kudus sejak tahun 1549 Masehi (956 Hijriah), yang terletak di Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Masjid Menara Kudus Terkenal di Jawa Tengah yang telah Syifa Kunjungi


Ada keunikan dari masjid ini karena memiliki menara yang serupa bangunan candi serta pola arsitektur yang memadukan konsep budaya Islam dengan budaya Hindu-Buddhis sehingga menunjukkan terjadinya proses akulturasi dalam pengislaman Jawa.

Tahukah Ayah bunda? Peletakan batu pertama Masjid Menara Kudus itu  menggunakan batu dari Baitul Maqdis. Tahukan Ayah Bunda Baitul Maqdis itu dimana? Yup, betul.. Baitul Maqdis ada di Palestina. Oleh karena itu masjid ini kemudian dinamakan Masjid Al Aqsha.

Masjid Menara Kudus ini memiliki lima pintu sebelah kanan, dan lima pintu sebelah kiri. Jendelanya semuanya ada 4 buah. Pintu besar terdiri dari 5 buah, dan tiang besar di dalam masjid yang berasal dari kayu jati ada 8 buah.

Dari ngobrol mengenai masjidnya sekarang yuk lanjut ngobrol mengenai menara yang ada di masjid tersebut. Ayahbunda Penasarankan dengan cerita menaranya?

Lanjuutt.... hehehe..
Menara Kudus memiliki ketinggian 18 meter dengan bagian dasar berukuran 10 x 10 m. Di sekeliling bangunan dihias dengan piring-piring bergambar yang kesemuanya berjumlah 32 buah. Dua puluh buah di antaranya berwarna biru serta berlukiskan masjid, manusia dengan unta dan pohon kurma. Sementara itu, 12 buah lainnya berwarna merah putih berlukiskan kembang.

Oiya, ayahbunda tahu gak di dalam menara  masjid tersebut ada apa saja?

Di dalam menara terdapat tangga yang terbuat dari kayu jati yang mungkin dibuat pada tahun 1895 M. Bangunan dan hiasannya jelas menunjukkan adanya hubungan dengan kesenian Hindu Jawa karena bangunan Menara Kudus itu terdiri dari 3 bagian: Bagian kaki, bagian badan, dan bagian puncak bangunan.

Sudah ya ayahbunda cerita mengenai Masjid Menara Kudusnya..  lebih detailnya ayahbunda bisa cari-cari lagi ya infonya atau mau langsung mengunjunginya itu lebih baik lagi, hehehe..



Dari Kota kudus, syifa melanjutkan desinasi berikutnya, yaitu menuju ke lokasi Masjid Agung Demak. Masjid Agung Demak adalah salah satu masjid tertua yang ada di Indonesia. Masjid ini terletak di Kampung Kauman, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Masjid Agung Demak Terkenal di Jawa Tengah yang telah Syifa Kunjungi


Masjid ini dipercayai pernah menjadi tempat berkumpulnya para ulama (wali) yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa yang disebut dengan Walisongo. Pendiri masjid ini diperkirakan adalah Raden Patah, yaitu Raja pertama dari Kesultanan Demak sekitar abad ke-15 Masehi.

Ayah Bunda tahu, tepatnya tahun berapa Raden Patah bersama Wali Songo mendirikan masjid ini?  Ternyata tahun pendirian dari masjid ini bisa dilihat dari simbol/ gambar serupa "Bulus" (Kayak "Penyu" gitu lah). Gambar bulus terdiri atas kepala yang berarti angka 1 (satu), 4 kaki berarti angka 4 (empat), badan bulus berarti angka 0 (nol), ekor bulus berarti angka 1 (satu). Dari simbol ini diperkirakan Masjid Agung Demak berdiri pada tahun 1401 Saka. Uniknya ya kode-kode tanggal pendiriannya..., hehehe

Lanjut ya ayah bunda... Belum cape kan bacanya? Tapi yang ngetik sudah rada-rada gimana gitu.. hehehe..

Masjid ini mempunyai bangunan-bangunan induk dan serambi. Bangunan induk memiliki empat tiang utama yang disebut saka guru. Salah satu dari tiang utama tersebut konon berasal dari serpihan-serpihan kayu, sehingga dinamai saka tatal. Bangunan serambi merupakan bangunan terbuka. Atapnya berbentuk limas yang ditopang delapan tiang yang disebut Saka Majapahit. Atap limas Masjid terdiri dari tiga bagian yang menggambarkan: Iman, Islam, dan Ihsan.

Di dalam lokasi kompleks Masjid Agung Demak, terdapat beberapa makam raja-raja Kesultanan Demak termasuk di antaranya adalah Sultan Fattah yang merupakan raja pertama kasultanan demak dan para abdinya. Di kompleks ini juga terdapat Museum Masjid Agung Demak, yang berisi berbagai hal mengenai riwayat Masjid Agung Demak.

Oiya ayah bunda.. ternyata Masjid Agung Demak ini pernah dicalonkan untuk menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1995. Keren kan??  Bangga ya kita jadi bangsa indonesia yang memiliki banyak peninggalan sejarah dan budaya yang mendunia.

Setelah berkunjung ke Masjid Agung Demak, kami pun melanjutkan perjalanan untuk numpang sholat ashar di masjid destinasi selanjutnya... , yaitu Masjid Agung Jawa Tengah..



Alhamdulillah, kami pun sampai di lokasi masjid ini sudah masuk waktu sholat Ashar. Kami pun bergegas untuk menunaikan sholat ashar. Setelah sholat ashar barulah Syifa melihat-lihat megahnya Masjid Agung Jawa Tengah ini.  Ayah bunda mau tahu cerita mengenai masjid ini? Yuk lanjut bacanya.. hehehe..

Masjid Agung Jawa Tengah Terkenal di Jawa Tengah yang telah Syifa Kunjungi


Masjid Agung Jawa Tengah yang terletak di jalan Gajah Raya, tepatnya di Desa Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang ini merupakan salah satu masjid termegah di Indonesia. Masjid dengan arsitektur indah ini mulai dibangun pada tahun 2001 dan selesai pada tahun 2006. Kompleks masjid terdiri dari bangunan utama seluas 7.669 m2 dan halaman seluas 7.500 m2. 

Masjid yang mampu menampung jamaah tak kurang dari 15.000 ini diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, pada tahun 2006. Upacara peresmian ditandai dengan penandatanganan batu prasasti setinggi 3,2 m dan berat 7,8 ton yang terletak di depan masjid. Prasasti terbuat dari batu alam yang berasal dari lereng Gunung Merapi. Woww.. keren!

Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Agung Jawa Tengah juga merupakan obyek wisata terpadu pendidikan, religi, pusat pendidikan, dan pusat aktivitas syiar Islam. Dengan berkunjung ke masjid ini, pengunjung dapat melihat keunikan arsitektur masjid yang merupakan perpaduan antara arsitektur Jawa, Roma dan Arab.

Arsitektur Jawa terlihat pada beberapa bagian, misalnya pada bagian dasar tiang masjid menggunakan motif batik seperti tumpal, untu walang, kawung, dan parang-parangan. Ciri arsitektur Timur Tengah (Arab) terliat pada dinding masjid dinding masjid yang berhiaskan kaligrafi.

Selain itu, ini nih yang bikin syifa penasaran dengan masjid ini... apa ayo??   hehehe..  ini dia:  Di halaman Masjid Agung Jawa Tengah terdapat 6 payung hidrolik raksasa yang dapat membuka dan menutup secara otomatis yang merupakan adopsi arsitektur bangunan Masjid Nabawi yang terdapat di Kota Madinah. Tapi sayang.. pas syifa kesana, payungnya tertutup, hehehe..

Masjid ini juga sedikit dipengaruhi gaya arsitektur Roma. Gaya itu nampak pada desain interior dan lapisan warna yang melekat pada sudut-sudut bangunan.

Selain bangunan utama masjid yang luas dan indah, terdapat bangunan pendukung lainnya. Bangunan pendukung itu di antaranya: auditorium di sisi sayap kanan masjid yang dapat menampung kurang lebih 2.000 orang. Auditorium ini biasanya digunakan untuk acara pameran, pernikahan dan kegiatan-kegiatan lainnya. Sayap kiri masjid terdapat perpustakaan dan ruang perkantoran yang disewakan untuk umum.

Keistimewaan lain masjid ini berupa Menara Asmaul Husna (Al Husna Tower) dengan ketinggian 99 m. Menara yang dapat dilihat dari radius 5 km ini terletak di pojok barat daya masjid. Menara tersebut melambangkan kebesaran dan kemahakuasaan Allah. Dipuncak menara dilengkapi teropong pandang. Dari tempat ini pengunjung dapat menikmati udara yang segar sambil melihat indahnya Kota Semarang dan kapal-kapal yang sedang berlalu-lalang di pelabuhan Tanjung Emas.

Menara Asmaul Husna Masjid Agung Jawa Tengah

Di masjid ini juga terdapat Al qur`an raksasa tulisan tangan karya H. Hayatuddin, seorang penulis kaligrafi dari Universitas Sains dan Ilmu Al-qur`an dari Wonosobo, Jawa Tengah. Tak hanya itu, ada juga replika beduk raksasa  yang dibuat oleh para santri Pesantren Alfalah Mangunsari, Jatilawang, Banyumas, Jawa Barat.

Di area Masjid Agung Jawa Tengah terdapat berbagai macam fasilitas seperti perpustakaan, auditorium, penginapan, ruang akad nikah, pemandu wisata, museum kebudayaan Islam, cafe muslim, kios-kios cenderamata, buah-buahan, dan lain-lain. Selain itu, terdapat juga berbagai macam sarana hiburan seperti air mancur, arena bermain anak-anak, dan kereta kelinci yang dapat mengantarkan pengunjung berputar mengelilingi kompleks masjid ini.

Untuk memasuki kawasab Masjid Agung Jawa Tengah, pengunjung tidak dipungut biaya. Namun, jika pengunjung ingin memasuki area tertentu seperti Menara Asmaul Husna, pengunjung diwajibkan membayar Rp 3.000 per orang untuk jam kunjungan antara pukul 08.0017-.30 WIB. Dan apabila pengunjung datang pada jam 17.30-21.00 WIB tarif tersebut meningkat menjadi Rp 4.000 per orang. Bagi pengunjung yang ingin menggunakan teropong yang terdapat di Menara Asmaul Husna itu, maka pengunjung harus mengeluarkan ongkos tambahan sebesar Rp 500,- per menit. Mudah-mudahan info tarif tersebut masih belum berubah ya.. , hehehe.

Karena waktu sudah sore, kami pun segera menyelesaikan kunjungan ke masjid Agung Jawa Tengah tersebut. Sebelum Syifa kembali ke penginapan Wisma Sakinah yang ada di kota Semarang, tukang foto-fotonya ikut foto dulu ya... hehehe...

Foto Bersama di depan Masjid Agung Jawa Tengah

Alhamdulillah, itulah cerita Perjalanan Syifa ke 3 Masjid Terkenal yang ada di Jawa Tengah. Semoga bermanfaat ya...


No comments :

Post a Comment

Silahkan berkomentarlah dengan baik dan sopan agar bisa saling berbagi manfaat bagi banyak orang ^_^